Sebagai salah satu mode transportasi umum modern, pesawat terbang sejatinya memiliki kemungkinan kecelakaan yang cukup tinggi. Bahkan di Indonesia, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kecelakaan pesawat sempat begitu mengerikan. Tak hanya di Tanah Air, kecelakaan pesawat parah juga terjadi di Nepal. Pada hari Senin (12/3) kemarin, pesawat komersial milik maskapai US-Bangla asal Bangladesh tergelincir saat hendak mendarat di bandara internasional Tribhuvan (TIA) di Kathmandu, Nepal.

 

“Ada total 67 penumpang dan empat kru dalam pesawat itu. Sejauh ini ada 20 orang terluka yang telah dibawa ke rumah sakit. Polisi dan militer masih berusaha memotong bagian pesawat dan mengeluarkan penumpang lainnya,” ungkap Prem Nath Thakur selaku juru bicara bandara Tribhuvan kepada media AFP.

 

Sementara itu juru bicara kepolisian, Manoj Neupane menyebutkan kalau sedikitnya ada 31 orang meninggal di TKP dan sembilan lainnya di rumah sakit Kathmandu.Sementara itu juru bicara maskapai US-Bangla yakni Kamrul Islam menyebutkan kalau total 67 penumpang dan empat kru pesawat berasal dari negara berbeda. Perinciannya adalah 33 penumpang berkebangsaan Nepal, 32 orang berkebangsaan Bangladesh, satu orang warga China dan satu orang lainnya warga Maladewa.

 

Diungkapkan pula kalau jenis pesawat adalah Bombardier Dash 8 Q400 turboprop pabrikan Kanada. Pesawat nahas itu dilaporkan sudah berusia 17 tahun. Mahbubur Rahman dari otoritas penerbangan sipil Bangladesh berpendapat bahwa ada masalah teknis dalam pesawat itu  meskipun penyelidikan masih dalam proses.

 

Pesawat Bangladesh Itu Hilang Kendali Saat Mendarat

 

Dari video amatir yang direkam saksi mata, terlihat kalau asap hitam mengepul di sekitar lapangan bola, lokasi pesawat itu tergelincir. Lapangan bola itu ada di sebelah timur dari landasan pacu bandara Tribhuvan. Dilansir The Kathmandu Post, pihak bandara Tribhuvan menyebut kalau insiden maut ini terjadi saat pesawat dengan nomor penerbangan S2-AGU itu hendak mendarat di bandara pada pukul 14.20 waktu setempat.

 

Namun ketika roda pesawat menyentuh daratan, pesawat mendadak terbakar sehingga melaju tergelincir hingga keluar landasan pacu dan menghantam lapangan sepakbola. Tak heran kalau hingga saat ini, penyebab kecelakaan masih belum jelas meskipun pihak bandara Tribhuvan menduuga jika pesawat US-Bangla itu kehilangan kendali saat hendak mendarat. Saksi mata juga menjelaskan kalau pesawat itu sempat mencoba mendarat untuk kedua kalinya yang kemudian jatuh dan terbakar.

 

Tahun 2016 Pesawat Tabrak Lereng Gunung di Nepal

 

Kecelakaan pesawat togel singapura parah ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Nepal. Bahkan pada 23 Februari 2016, pesawat Twin Otter jatuh di distrik Myagdi setelah menabrak lereng pegunungan Himalaya. Pesawat dengan jumlah penumpang 23 orang itu dinyatakan tewas seluruhnya pada ketinggian 4.900 meter di atas permukaan laut.

 

Karena sulitnya medan yang harus ditempuh, tim tanggap bencana hanya bisa mengevakuasi mayat dengan berjalan kaki atau memakai helikopter. Kepolisian setempat sampai membangun helipad sementara untuk mempermudah evakuasi jenazah dari bandara terdekat di kawasan Pokhara yang berjarak sekitar 220 kilometer dari Kathmandu. Bahkan pihak maskapai Tara Air sampai tak bisa menurunkan bantuan ke lokasi penjemputan karena angin berhembus sangat kencang.

 

Sekedar informasi, pesawat Twin Otter nahas itu sejatinya menempuh perjalanan dari Pokhara ke Jomsom dengan membawa tiga awak pesawat dan 20 orang penumpang termasuk warga negara Nepal dan Kuwait. Maskapai Tara Air diketahui sebagai anak perusahaan Yeti Airlines yang merupakan maskapai domestik Nepal milik swasta.